Transaksi Kas dan Non Kas
- MUH. ZAINAL ABIDIN MZAB
- Jan 30
- 3 min read
Updated: Feb 11
-----------------------
Tujuan Pembelajaran
Murid memiliki kemampuan menganalisis transaksi kas dan non kas dengan bernalar kritis dan kreatif.
Pemantik
Uraian Materi
1. Pengertian Transaksi Kas dan Non Kas
Menurut Indra Bastian (2007:27), "transaksi adalah pertemuan antara dua belah pihak (penjual dan pembeli) yang saling menguntungkan dengan disertai data/ bukti/ dokumen pendukung yang dimasukkan ke dalam jurnal setelah melalui pencatatan."
Menurut Thomas Sumarsan (2013:1), "kas adalah aset lancar yang sifatnya sangat likuid dan dapat digunakan secara langsung untuk keperluan operasional perusahaan. Kas di perusahaan dapat berupa kas yang ada pada perusahaan itu sendiri (cash on hand) atau kas yang ada di bank (cash in bank).
Menurut AccountingCoach dan Corporate Finance Institute, beban non-kas adalah biaya yang dilaporkan dalam laporan laba rugi tetapi tidak melibatkan arus kas keluar tunai pada periode tersebut, contohnya depresiasi, amortisasi, dan beban kompensasi berbasis saham.
2. Menyiapkan Transaksi Kas dan Non Kas
a. Transaksi Peneriman Kas
Menurut Ardiyos, "penerimaan kas (cash eceipt) adalah transaksi penerimaan uang secara tunai yang menyebabkan bertambahnya aset perusahaan berupa kas. Menurut IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) dalam PSAP No. 3, mengemukakan bahwa “penerimaan kas adalah semua aliran kas yang masuk ke Bendahara Umum Negara/ Daerah. Jadi semua aliran kas yang masuk kedalam suatu perusahaan, itu yang dinamakan sebagai penerimaan kas”.
Menurut Mulyadi (2001: 500), yang termasuk dalam transaksi penerimaan kas antara lain:
Penjualan tunai
Penerimaan pembayaran piutang
Penjualan aktiva
Penerimaan sewa
Penerimaan pendapatan jasa
Penerimaan angsuran pokok pinjaman
Penerimaan pendapatan administrasi pinjaman
Denda, finalti, administrasi tabungan
Setoran tabungan
Penerimaan lain-lain.
b. Transaksi Pengeluaran Kas
Menurut Soemarso S.R. (2009:318), "pengeluaran kas adalah suatu transaksi yang menimbulkan berkurangnya saldo kas dan bank milik perusahaan yang diakibatkan adanya pembelian tunai, pembayaran utang, maupun hasil transaksi yang menyebabkan berkurangnya kas."
Beberapa transaksi yang termasuk dalam pengeluaran kas antara lain:
Pembayaran utang
Pembelian barang dagangan
Pembelian bahan baku
Pembelian bahan pembantu
Pembelian perlengkapan kantor
Pembentukan dana kas kecil
c. Transaksi Non Kas
Transaksi non kas adalah transaksi yang tidak dimasukan dalam laporan arus kas, seperti perolehan aset secara kredit atau melalui sewa pembiayaan, akuisisi suatu entitas melalui penerbitan instrumen ekuitas, dan konversi utang menjadi ekuitas. Transaksi non-kas mengakibatkan perubahan pada aset, Hutang, pendapatan, dan belanja tetapi tidak mempengaruhi kas. Transaksi non kas ini dicatat dalam buku memorial.
Transaksi yang dicatat dalam buku memorial antara lain:
Potongan harga/ discount
Penghapusan piutang
Pengembalian barang yang dibeli/ retur pembelian
Penghapusan utang
Pengembalian barang yang dijual/ retur penjualan
Penyusutan peralatan
Soal Latihan - Studi Kasus
a. Studi Kasus 1 – Koperasi Siswa
Koperasi “Bahagia” memiliki saldo kas awal Rp2.000.000.Selama minggu pertama Juni terjadi transaksi:
Penjualan alat tulis tunai Rp600.000
Pembelian kertas fotokopi secara tunai Rp350.000
Pembayaran internet koperasi melalui transfer bank Rp250.000
Pertanyaan:
Kelompokkan transaksi kas dan non-kas.
Transaksi mana yang dicatat dalam buku kas umum? Jelaskan alasannya.
Hitung saldo kas akhir koperasi.
Mengapa pembayaran internet tidak dicatat sebagai transaksi kas?
b. Studi Kasus 2 – Kantin Sekolah
Kantin sekolah mulai menerapkan pembayaran QRIS. Data transaksi hari Senin:
Penjualan makanan tunai Rp400.000
Penjualan makanan melalui QRIS Rp750.000
Pembelian bahan makanan tunai Rp500.000
Pertanyaan:
Identifikasi transaksi kas dan non-kas?
Di buku apa masing-masing transaksi dicatat?
Hitung saldo kas tunai akhir hari?
Jelaskan keuntungan penggunaan QRIS bagi kantin sekolah?
c. Studi Kasus 3 – Kas Kecil OSIS
OSIS memiliki kas kecil sebesar Rp500.000 dengan sistem imprest.Selama kegiatan, terjadi pengeluaran:
Fotokopi proposal Rp75.000
Pembelian spidol Rp50.000
Biaya parkir Rp25.000
Pertanyaan:
Mengapa transaksi ini dicatat dalam kas kecil?
Hitung sisa saldo kas kecil.
Berapa jumlah pengisian kembali kas kecil agar saldo kembali tetap?
Mengapa kas kecil tidak digunakan untuk transaksi besar?
d. Studi Kasus 4 – Pembayaran Iuran Kelas
Kelas XII AKL mengumpulkan iuran kegiatan akhir tahun.
20 siswa membayar tunai @Rp25.000
10 siswa membayar melalui transfer bank @Rp25.000
Pertanyaan:
Hitung total penerimaan iuran.
Pisahkan transaksi kas dan non-kas.
Mengapa pencatatan transaksi perlu dipisahkan?
Apa risiko jika semua transaksi dicatat dalam satu buku saja?
e. Studi Kasus 5 – Analisis Keputusan (HOTS)
Sekolah ingin memilih sistem transaksi terbaik untuk koperasi:
Opsi A: 100% tunai
Opsi B: Kombinasi tunai & non-tunai
Pertanyaan:
Bandingkan kelebihan dan kekurangan kedua opsi.
Sistem mana yang lebih efektif? Jelaskan alasannya.
Dari sisi keamanan dan efisiensi, mana yang lebih unggul?
REFERENSI
Agustus (2023): Akuntansi Bisnis: Pengantar dan Penerapan. Sonpedia Publishing Indonesia.
Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan. 2021. Panduan penyusunan LKPD dan asesmen SMK. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Hery. 2016. Akuntansi dasar 1. Jakarta: Grasindo.
Ikatan Akuntan Indonesia. 2020. Standar akuntansi keuangan. Jakarta: Ikatan Akuntan Indonesia.
Kemendikdasmen (2023): Modul Melakukan Transaksi Kas dan Non Kas.
Labamu (2024): Contoh Jurnal Pengeluaran Kas.
Mulyadi. 2016. Sistem akuntansi. Jakarta: Salemba Empat.
Paper.id (2025): Apa Itu Kas? Jenis, Fungsi, Hingga Sumber Penerimaannya.
Sitorus, Dame Ruth. 2024. Melakukan Transaksi Kas dan Non Kas. Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidik Vokasi Bisnis dan Pariwisata, Direktorat Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
Comments